Jumat, 07 Oktober 2011

STRATEGI PEMBELAJARAN SUPER BRAIND



A.     KONSEP METODE PEMBELAJARAN SUPER BRAIN
Metode Pembelajaran Super Brain menjelaskan tentang bagaimana merancang kegiatan pembelajaran yang melibatkan semua komponen otak. Yaitu: otak emosional, otak sosial, otak kognitif, otak kinestetik dan otak reflektif.
   Menurut Barbara K. Given:
  1. Otak emosional berperan dalam membangkitkan hasrat belajar
  2. Otak sosial berperan dalam membangun visi untuk melihat apa yang mungkin (peluang)
  3. Otak kognitif berperan dalan menumbuhkan niat untuk mengembangkan pengetahuan dan kecakapan
  4. Otak kinestetik berperan dalam mendorong tindakan untuk mengubah mimpi/ide menjadi kenyataan
  5. Otak reflektif berperan dalam mendorong berpikir tingkat tinggi yang akan membuahkan kebijakan yang membuat seorang pembelajar mampu dan mau berfikir yang senantiasa mengingat dan mengagungkan kebesaran Tuhannya.
Adapun menurut McClean, proses evaluasi mengacu pada tiga bagian otak manusia, yaitu:
1.      Otak besar (Neokorteks) yang memiliki fungsi utama untuk berbahasa, berfikir, belajar, memecahkan masalah, merencanakan dan mencipta
2.      Otak tengah (sistem limbik) berfungsi untuk interaksi sosial, emosional, dan ingatan jangka panjang
3.      Otak kecil (otak reptil) berfungsi untuk bereaksi, naluriah, mengulang, mempertahankan diri, dan ritualis.
Dalam Metode Pembelajaran Super Brain disebutkan bahwa semua pengetahuan pasti ada manfaatnya, karena itu jangan pernah menyesal dengan apa yang pernah kita pelajari atau kita baca. Karena suatu saat akan bermanfaat.
Postulat lain menyebutkan bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar baru. Tetapi hanya ada kombinasi-kombinasi baru sehingga ditemukanlah ide baru. Karena itu peserta didik perlu diajari untuk tidak pernah berhenti berfikir. Karena berfikir merupakan proses menyimpan informasi. Semakin banyak otak digunakan untuk berfikir, semakin banyak informasi yang disimpan karena kapasitas otak tidak terbatas.
B.     Alasan Menggunakan Metode Pembelajaran Super Brain
Sebagai metode baru, Metode Pembelajaran Super Brain cocok untuk diterapkan oleh para pendidik dalam KBM (kegiatan belajar mengajar), diantara beberapa alasannya adalah sebagai berikut:
1.      Dapat memberikan perubahan mendasar sebagai hasil dari kegiatan pembelajaran. Pembelajaran tidak saja menjadi sangat efektif, tapi juga hampir seluruh potensi yang dimiliki peserta didik akan tergarap dan terbangkitkan secara lebih optimal.
2.      Meminimalisir adanya perkembangan emosi negatif, perlu diketahui bahwasannya kurangnya stimulasi dan eksplorasi terhadap otak anak akan menghambat perkembangannya. Hal ini dibuktikan pada hewan yang dipelihara dikebun binatang memiliki otak 20% sampai 30% lebih kecil dibandingkan dengan hewan yang dipelihara di alam liar.
3.      Menjadikan karakter anak semakin kuat. Dalam membentuk karakter anak, otak kiri dan otak kanan bekerja seimbang. Otak kanan akan menyatukan perasaan benar/salah yang merupakan domain otak kanan, dengan pengetahuan baik dan buruk yang merupakan domain otak kiri.
4.      Peserta didik mampu merekam dan menyimpan informasi dengan baik.
5.      Pendidik dapat memperbaiki dan melejitkan kualitas pendidikan.
6.      Dapat dijadikan rujukan dalam membuat kurikulum.
C.     Strategi Metode Pembelajaran Super Brain
Pembelajaran dengan berorientasi kepada upaya pemberdayaan potensi peserta didik ada tiga strategi utama yang dapat dikembangkan dalam implementasi metode super brain. Pertama, menciptakan lingkungan belajar yang menantang lingkungan berfikir peserta didik. Kedua, menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan. Dengan cara menhindari situasi pembelajaran yang membuat peserta didik merasa tidak nyaman dan tidak senang terlibat didalamnya. Ketiga, menciptakan situasi pembelajaran yang aktif dan bermakna bagi peserta didik. Peserta didik sebagai pembelajar dirangsang melalui kegiatan pembelajaran untuk dapat membangun pengetahuan mereka. Sedangkan pendidik berusaha membangun situasi pembelajaran yang memungkinkan seluruh peserta didik beraktifitas secara optimal.   
D.    Aplikasi Metode Pembelajaran Super Brain
Dalam Metode Pembelajaran Super Brain pendidik sering memberikan soal-soal materi pelajaran yang menfasilitasi kemampuan berfikir peserta didik dari mulai tahap pengetahuan (knowledge) sampai tahap evaluasi. Soal-soal pelajaran dikemas seatraktif dan semenarik mungkin misalnya melalui teka-teki, simulasi games, dan sebagainya, agar peserta didik dapat terbiasa untuk mengembangkan kemampuan berfikirnya dalam konteks pemberdayaan potensi otak siswa.
Selain itu, bisa juga dengan melakukan pembelajaran diluar kelas pada saat tertentu. Untuk pembelajaran dalam kelas diiringi dengan musik yang di desain secara cepat sesuai kebutuhan dikelas, serta melakukan kegiatan pembelajaran dengan diskusi kelompok yang diselingi dengan permainan-permainan menarik.
Disamping itu, bisa mengunakan anggota tubuh untuk merangsang kerja otak. Misalnya mata peserta didik digunakan untuk membaca dan mengamati, tangan peserta didik bergerak untuk menulis, kaki peserta didik bergerak untuk mengikuti permainan dalam pembelajaran dan mulut peserta didik aktif bertanya dan berdiskus.
Metode Pembelajaran Super Brain dapat dipraktekkan dan dikembangkan diruang kelas sekolah kita. Semua itu tergantung pada kemauan dan kemampuan pendidik dalam mereformasi pengembangan-pengembangan baru dunia pendidikan ditataran praktis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar