Jumat, 07 Oktober 2011

HAJI




1. Pengertian Haji
Haji menurut bahasa ialah menyengaja. Sedangkan menurut istilah ialah sengaja mengunjungi mekkah (Ka’bah)untuk mengerjakan ibadah yang terdiri dari thowaf, sa’I, wukuf dan ibadah-ibadah lain, guna memenuhi perintah Allah dan mengharapkan keridhoan-Nya.[1]
Tujuan haji itu adalah karena Allah, karena hendak menta’ati perintah Allah.
وَاتِمُّواالْحَجَّ وَ العُمْرَة لله ِۗ
Artinya : “ Dan sempurnakanlah Haji dan Umroh karena Allah

2. Hukum Haji dan Orang yang Wajib Melakukan Haji.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
Ibadah haji diwajibkan kepada setiap umat islam yang mampu, sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT. Didalam surat Al-Imron:
وَللهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنِ اسْتَطاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلاً  ۖ  وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللهَ غَنِيُّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ ﴿ العمران:۹۷﴾
Artinya : “ dan karena Allah, wajiblah atas orang-orang melakukan haji ke Baitullah, bagi yang mampu melakukan perjalanan ke sana”. Q. S. Ali Imron : 97.
Para ulama’ bersepakat tentang hukum wajibnya melakukan ibadah haji. Kewajiban haji itu hanya sekali dalam seumur hidup dan jika seseorang telah melakukan ibadah haji maka gugurlah hukum wajib tersebut menjadi sunnah.
Lalu siapakah orang yang berkewajiban untuk berhaji? Orang yang berkewajiban untuk melakukan ibadah haji adalah orang yang sudah memenuhi 5 syarat, dia adalah :
  1. Islam,   tidak wajib haji bagi orang yang tidak islam.
  2. Baligh, anak-anak tidak diwajibkan tetapi jika ia mengerjakan haji maka hajinya sah
  3. Berakal sehat ( tidak gila)
  4. Merdeka (bukan hamba sahaya)
  5. Mampu, mampu disini meliputi : sehat badannya, adakendaraan (baik milik sendiri atau milik orang lain yang dapat disewa), keamanan dalam perjalanan terjamin, memiliki bekal yang cukup, dan bagi wanita harus bersama muhrimnya.[2]

3. Rukun Haji
Adapun hal-hal yang menjadi rukun haji adalah sebagai berikut :
  1. Ihram, yaitu keadaan bersuci diri dengan mengenakan pakaian dua helai kain putih tidak berjahit kemudian mengucapkan niat haji.
  2. Wuquf di Arofah, yaitu hadir di padang Arafah pada waktu yang ditentukan yaitu mulai tergelincirnya matahari tanggal 9 Zulhijjah sampai terbut fajar tanggal 10 Zulhijjah.
  3. Thawaf, yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali dimulai dari hajar aswad, berkeliling berlawanan dengan arah jarum jam. Thawaf adalah mengelilingi ka'bah dalam Masjidil Haram sebanyak 7 kali
Macam-Macam Thawaf, yaitu:
Ø      THAWAF QUDUM (tawaf kedatangan). Tawaf ini dikerjakan bagi orang yang datang dari luar tanah haram saat baru tiba. Dan bagi orang yang datang untuk umroh adalah tawaf umroh.
Ø      THAWAF RUKUN
Thawaf Ifadloh atau Thowaf Ziyaroh. Thawaf ini dikerjakan pada tanggal 10 Dzulhijjah atau sesudahnya. Thawaf ini harus dikerjakan dan merupakan tahallul tsani hagi yang herihrom haji.
Ø       THAWAF WADA' (tawaf berpamitan). Tawaf ini dikerjakan saat mau berangkat meninggalkan Mekah. la harus dikerjakan, kecuali wanita yang sedang haid.
Ø      THAWAF TATHAWWU' atau tawaf sunat. Thowaf ini bisa dikerjakan setiap waktu baik siang maupun malam. Dan dianjurkan orang mengerjakannya sebanyak mungkin selama berada di Mekah.
  1. Sa’i, yaitu berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwa sebanyak tujuh kali,  dimulai dari bukit safa dan diakhiri di bukit marwah. Waktu mengerjakannya setelah selesai tawaf. Kedua bukit yang satu sama lainnya berjarak sekitar 405 meter. Ketika melintasi Bathnul Waadi yaitu kawasan yang terletak diantara bukit Shafa dan bukit Marwa para jama’ah pria disunatkan untuk berlari-lari kecil sedangkan untuk jama’ah wanita berjalan cepat. Ibadah Sa’i boleh dilakukan dalam keadaan tidak berwudhu dan oleh wanita yang datang Haid atau Nifas.
  2. Tahalul, yaitu mencukur atau menggunting rambut sekurang-kurangnya menghilangkan tiga helai rambut. Tahallul ini juga menandakan diperbolehkan atau dibebaskannya seseorang dari larangan atau pantangan Ihram. Pembebasan tersebut ditandai dengan tahallul yaitu dengan mencukur atau memotong rambut sedikitnya 3 helai rambut.
Macam – Macam tahallul :
-                Tahallul Awal. Melepaskan diri dari keadaan Ihram, setelah melakukan dua diantara tiga perbuatan alternatif sebagai berikut : Melontar Jumrah Aqabah dan Mencukur. Melontar Jumrah Aqabah dan Tawaf Ifadah, Tawaf Ifadah, Sa’i dan Mencukur.
-                Tahallul Sani/Qubra. Melepaskan diri dari keadaan Ihram setelah melakukan ketiga ibadah secara Lengkap yaitu sebagai berikut : Melontar Jumrah Aqabah. Bercukur dan Tawaf Ifadah, Sa’I
  1. Tartib, yaitu mendahulukan yang pertama secara berturut-turut.[3]

4. Miqot
Miqot dibagi menjadi dua macam yaitu : Miqot Zamani dan Makani.
a. Miqot Zamani.
            Miqot zamani adalah waktu kapan haji itu sudah boleh dilaksanakan.telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat : 189.
يَسْألُوْنَكَ عَنِ الأَهِلّةِ قُلْ هِىَ مَوَا قِيْتُ لِلنَّاسِ وَالحَجِّ ﴿ البقرة : ١۸۹
Artinya : “ mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah, itu adalah tanda waktu bagi manusia dan bagi melakukan ibadah haji ”.
الحَجُّ اَشْهُرٌ مَعْلُوْمَاتٌ  ۚ .... ﴿ البقرة : ١٩٧
Artinya : “haji itu pada bulan-bulan yang ditentukan.
 Kemudian ayat tersebut dijelaskan oleh Asar Ibnu Umar”:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : اَشْهُرُ الْحَجّ شَوَّالٌ وَذُوالقَعْدَةِ وَ عَشْرٌ مِنْ ذِى الحِجَّةِ ﴿ رواه البخارى ﴾
Artinya :  “ Dari Ibnu Umar berkara “ bulan haji itu ialah bulan syawal, zulkaidah dan hari kesepuluh bulan dzul hijjah”.
            Dari hadits diatas dapat diketahui bawasannya waktu untuk menunaikan ibadah haji adalah di bulan Syawwal, Dzul Qa’idah dan Dzul Hijjah. Dan untuk puncak pelaksanaan ibadah haji adalah pada tanggal 9, 10, 11, 12 dan 13 Dzul Hijjah. Apabila dikerjakan diluar bulan haji, maka ibadah hajinya akan berubah menjadi ibadah umroh.[4]

b. Miqat Makani (tempat Permulaan Ihram).
            Miqat makani adalah tempat seseorang mulai menggunakan pakaian ihram dan niat ketika hendak melakukan ibadah haji atau umroh.
Ketentuan tempat (miqot makani ) terletak di :
  1. Makkah ialah miqat (tempat ihrom) bagi orang yang tinggal di Makkah, berarti bagi orang yang tinggal di Makkah hendaklah ihram dari rumah masing-masing.
  2. Zul-Hulaifah ( ذُوالحُلَيْفَةِ ) ialah miqat bagi orang yang datang dari arah madinah dan negeri-negeri yang sejajar dengan madinah.
  3. Juhfah ( الجُحْفَةُ ) ialah miqot bagi orang yang dating dari arah syam, mesir, magribi dan negeri-negeri yang sejajar dengan negeri tersebut.juhfah adalah nama suatu kampung diantara makkah dan madinah.  
  4. yalamlam (يَلَمْلَمْ ) adalah nama suatu bukit dari beberapa bukit tahamah. Bukit ini adalah miqat bagi orang yang dating dari arah Yaman, India, Indonesia, dan negeri-negeri yang sejajar dengan negeri tersebut.
  5. qarnul Manazil (قَرْنُ المَنَازِلِ ) adalah nama sebuah bukit, jauhnya kira-kira 80,640 km dari Makkah. Bukit ini merupakan miqat bagi orang yang dating dari arah Najdil-Yaman dan Najdil Hijaz serta negri yang sejajar dengannya.
  6. Dzatu’irqin ( ذَاتُ عِرْقٍ ) adalah kampung ini  merupakan miqat bagi orang yang datang dari irak dan negeri-negeri yang sejajar dengan itu.[5]

5. Macam-Macam Haji.
Yang dimaksud disini adalah cara melakukan haji. Sebagaimana kita ketahui bawasannya dalam melakukan ibadah haji, ada juga disana kewajiban melakukan umrah, yaitu umrah yang merupakan satu kesatuan dengan ibadah haji.
Jadi, apabila seseorang melakukan ibadah haji berarti juga melakukan umrah.
Macam-macam cara melakukan haji (berihram) ada 3 yaitu:
  1. Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.
  2. Haji tamattu', mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, ditahun yang sama. Tamattu' dapat juga berarti melaksanakan ibadah didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.
  3. Haji Qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama.

              
6. Hal-Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Dalam Haji
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang yang sudah memakai pakaian ihram dan berniat melakukan ibadah haji atau umrah adalah :
  1. Bersetubuh, bermesra-mesraan,
  2. Bertengkar
  3. Memakai pakaian yang berjahit, bagi laki-laki
  4. Memakai wangi-wangian
  5. Memakai khuf, kaos kaki atau sepatu
  6. Melakukan akad nikah atau menikahkan (menjadi wali)
  7. Memotong kuku, kalau kuku pecah tidak disengaja tidak dikenakan fidyah
  8. Memotong atau mencabut rambut, baik dengan mencukur, menggunting atau jalan apasaja, baik rambut kepala ataupun rambut apa saja.
  9. Berburu atau membunuh binatang liar yang halal dimakan.[6]
7. Jenis-Jenis Dam (Denda), yaitu :
a)      Dam karena memilih haji tamattu’ atau qiran. Dendanya ialah menyembelih seekor kambing (qurban), dan bila tidak dapat berqurban maka wajib puasa tiga hari di tanah suci dan tujuh hari setelah pulang kenegerinya masing-masing. Seperti firman Allah:
فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالعُمْرَةِ الَى الحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِن َالهَدْىِ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلثَةِ اَيَّامٍ فِى الحَجِّ وَسَبْعَةٍ ﺇذَا رَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ﴿ البقرة : ١٩٦
b)      Dam meninggalkan ihram dari miqatnya, tidak melempar jumrah, tidak bermalam di muzdalifah dan mina, meninggalkan tawaf wada’, terlambat wuquf di Arafah, dendanya adalah memotong seekor kambing kurban.
c)      Dam karena bersetubuh sebelum tahallul pertama, yang membatalkan haji dan umroh. Dendanya menurut sebagian ulama’ ialah menyembelih seekor unta, kalau tidak sanggup maka seekor sapi, kalau tidak sanggup juga, maka dengan makanan seharga unta yang disedekahkan kepada fakir miskin di tanah haram.
d)     Dam karena mengerjakan hal-hal yang dilarang selagi ihram, yaitu mencukur, memotong kuku, berminyak, berpakaian yang berjahit, bersetubuh setelah tahallul pertama, dendanya boleh memilih diantara tiga, yaitu : menyembelih seekor kambing kurban, puasa tiga hari, atau sedekah makanan untuk 6 orang miskin sebanyak 3 sha’ (kurang lebih 9,5 liter).
e)      Orang yang membunuh binatang buruan wajib membayar denda dengan ternak yang sama dengan ternak yang dibunuh.[7]


8. Urutan Pelaksanaan Ibadah Haji
a)      Ihram dengan niat haji pada hari tarwiyah, yaitu tanggal 8 Zulhijjah, dimulai dari makkah atau dari mana saja tempat ia tinggal di daerah haram, selanjutnya menuju mina dan bermalam disana sampai pagi hari tanggal sembilan.
b)      Setelah matahari terbit pada hari Arafah (tanggal 9 Zulhijjah) jama’ah haji berangkat menuju Arafah dan tinggal disana sampai matahari terbenam.
c)      Setelah matahari terbenam pada hari Arafah jama’ah haji mulai meninggalkan Arafah, menuju muzdalifah untuk bermalam disana.  Sesudah itu berangkat ke mina sebelum terbit matahari pada hari kesepuluh zulhijjah.
d)     Setelah sampai ke mina pada hari raya idul adha, maka jama’ah haji diwajibkan hal-hal sebagai berikut:
-          Melontar jumrah aqobah
-          Menyembelih qurban bagi yang melaksanakan haji tamattu’ dan qiran.
-          Mencukur seluruh rambut atau memotong sebagiannya.
-          Menuju makkah lalu tawaf (tawaf ifadah) tujuh keliling
e)      Kemudian jama’ah haji pulang lagi ke Mina dan bermalam disana. Dan melontar ketiga jumrah setiap harinyasetelah tergelincir matahari.
f)       Bagi jama’ah haji yang akan meniggalkan Makkah diwajibkan tawaf wada’ yang dilakukan setelah selesai melakukan ibadah haji.



[1]  Slamet Abidin,dkk. Fiqih Ibadah, (Bandung : Pustaka Setia, 1998), hal. 261
[2]  Suparta, dkk. Fiqih I, Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka, 1992. hlm. 383.
[3]  Slamet Abidin,dkk. Fiqih Ibadah…, hal : 272.
[4]  Ibid.,  hal : 271.
[5] Rasjid Sulaiman, Fiqih Islam, (Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2006), hal : 257-258.
[6] Op.cit., hal : 301-302
[7] Ibid hal : 303-305

STRATEGI PEMBELAJARAN SUPER BRAIND

A.     KONSEP METODE PEMBELAJARAN SUPER BRAIN
Metode Pembelajaran Super Brain menjelaskan tentang bagaimana merancang kegiatan pembelajaran yang melibatkan semua komponen otak. Yaitu: otak emosional, otak sosial, otak kognitif, otak kinestetik dan otak reflektif.
   Menurut Barbara K. Given:
  1. Otak emosional berperan dalam membangkitkan hasrat belajar
  2. Otak sosial berperan dalam membangun visi untuk melihat apa yang mungkin (peluang)
  3. Otak kognitif berperan dalan menumbuhkan niat untuk mengembangkan pengetahuan dan kecakapan
  4. Otak kinestetik berperan dalam mendorong tindakan untuk mengubah mimpi/ide menjadi kenyataan
  5. Otak reflektif berperan dalam mendorong berpikir tingkat tinggi yang akan membuahkan kebijakan yang membuat seorang pembelajar mampu dan mau berfikir yang senantiasa mengingat dan mengagungkan kebesaran Tuhannya.
Adapun menurut McClean, proses evaluasi mengacu pada tiga bagian otak manusia, yaitu:
1.      Otak besar (Neokorteks) yang memiliki fungsi utama untuk berbahasa, berfikir, belajar, memecahkan masalah, merencanakan dan mencipta
2.      Otak tengah (sistem limbik) berfungsi untuk interaksi sosial, emosional, dan ingatan jangka panjang
3.      Otak kecil (otak reptil) berfungsi untuk bereaksi, naluriah, mengulang, mempertahankan diri, dan ritualis.
Dalam Metode Pembelajaran Super Brain disebutkan bahwa semua pengetahuan pasti ada manfaatnya, karena itu jangan pernah menyesal dengan apa yang pernah kita pelajari atau kita baca. Karena suatu saat akan bermanfaat.
Postulat lain menyebutkan bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar baru. Tetapi hanya ada kombinasi-kombinasi baru sehingga ditemukanlah ide baru. Karena itu peserta didik perlu diajari untuk tidak pernah berhenti berfikir. Karena berfikir merupakan proses menyimpan informasi. Semakin banyak otak digunakan untuk berfikir, semakin banyak informasi yang disimpan karena kapasitas otak tidak terbatas.
B.     Alasan Menggunakan Metode Pembelajaran Super Brain
Sebagai metode baru, Metode Pembelajaran Super Brain cocok untuk diterapkan oleh para pendidik dalam KBM (kegiatan belajar mengajar), diantara beberapa alasannya adalah sebagai berikut:
1.      Dapat memberikan perubahan mendasar sebagai hasil dari kegiatan pembelajaran. Pembelajaran tidak saja menjadi sangat efektif, tapi juga hampir seluruh potensi yang dimiliki peserta didik akan tergarap dan terbangkitkan secara lebih optimal.
2.      Meminimalisir adanya perkembangan emosi negatif, perlu diketahui bahwasannya kurangnya stimulasi dan eksplorasi terhadap otak anak akan menghambat perkembangannya. Hal ini dibuktikan pada hewan yang dipelihara dikebun binatang memiliki otak 20% sampai 30% lebih kecil dibandingkan dengan hewan yang dipelihara di alam liar.
3.      Menjadikan karakter anak semakin kuat. Dalam membentuk karakter anak, otak kiri dan otak kanan bekerja seimbang. Otak kanan akan menyatukan perasaan benar/salah yang merupakan domain otak kanan, dengan pengetahuan baik dan buruk yang merupakan domain otak kiri.
4.      Peserta didik mampu merekam dan menyimpan informasi dengan baik.
5.      Pendidik dapat memperbaiki dan melejitkan kualitas pendidikan.
6.      Dapat dijadikan rujukan dalam membuat kurikulum.
C.     Strategi Metode Pembelajaran Super Brain
Pembelajaran dengan berorientasi kepada upaya pemberdayaan potensi peserta didik ada tiga strategi utama yang dapat dikembangkan dalam implementasi metode super brain. Pertama, menciptakan lingkungan belajar yang menantang lingkungan berfikir peserta didik. Kedua, menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan. Dengan cara menhindari situasi pembelajaran yang membuat peserta didik merasa tidak nyaman dan tidak senang terlibat didalamnya. Ketiga, menciptakan situasi pembelajaran yang aktif dan bermakna bagi peserta didik. Peserta didik sebagai pembelajar dirangsang melalui kegiatan pembelajaran untuk dapat membangun pengetahuan mereka. Sedangkan pendidik berusaha membangun situasi pembelajaran yang memungkinkan seluruh peserta didik beraktifitas secara optimal.   
D.    Aplikasi Metode Pembelajaran Super Brain
Dalam Metode Pembelajaran Super Brain pendidik sering memberikan soal-soal materi pelajaran yang menfasilitasi kemampuan berfikir peserta didik dari mulai tahap pengetahuan (knowledge) sampai tahap evaluasi. Soal-soal pelajaran dikemas seatraktif dan semenarik mungkin misalnya melalui teka-teki, simulasi games, dan sebagainya, agar peserta didik dapat terbiasa untuk mengembangkan kemampuan berfikirnya dalam konteks pemberdayaan potensi otak siswa.
Selain itu, bisa juga dengan melakukan pembelajaran diluar kelas pada saat tertentu. Untuk pembelajaran dalam kelas diiringi dengan musik yang di desain secara cepat sesuai kebutuhan dikelas, serta melakukan kegiatan pembelajaran dengan diskusi kelompok yang diselingi dengan permainan-permainan menarik.
Disamping itu, bisa mengunakan anggota tubuh untuk merangsang kerja otak. Misalnya mata peserta didik digunakan untuk membaca dan mengamati, tangan peserta didik bergerak untuk menulis, kaki peserta didik bergerak untuk mengikuti permainan dalam pembelajaran dan mulut peserta didik aktif bertanya dan berdiskus.
Metode Pembelajaran Super Brain dapat dipraktekkan dan dikembangkan diruang kelas sekolah kita. Semua itu tergantung pada kemauan dan kemampuan pendidik dalam mereformasi pengembangan-pengembangan baru dunia pendidikan ditataran praktis.

STRATEGI PEMBELAJARAN SUPER BRAIND



A.     KONSEP METODE PEMBELAJARAN SUPER BRAIN
Metode Pembelajaran Super Brain menjelaskan tentang bagaimana merancang kegiatan pembelajaran yang melibatkan semua komponen otak. Yaitu: otak emosional, otak sosial, otak kognitif, otak kinestetik dan otak reflektif.
   Menurut Barbara K. Given:
  1. Otak emosional berperan dalam membangkitkan hasrat belajar
  2. Otak sosial berperan dalam membangun visi untuk melihat apa yang mungkin (peluang)
  3. Otak kognitif berperan dalan menumbuhkan niat untuk mengembangkan pengetahuan dan kecakapan
  4. Otak kinestetik berperan dalam mendorong tindakan untuk mengubah mimpi/ide menjadi kenyataan
  5. Otak reflektif berperan dalam mendorong berpikir tingkat tinggi yang akan membuahkan kebijakan yang membuat seorang pembelajar mampu dan mau berfikir yang senantiasa mengingat dan mengagungkan kebesaran Tuhannya.
Adapun menurut McClean, proses evaluasi mengacu pada tiga bagian otak manusia, yaitu:
1.      Otak besar (Neokorteks) yang memiliki fungsi utama untuk berbahasa, berfikir, belajar, memecahkan masalah, merencanakan dan mencipta
2.      Otak tengah (sistem limbik) berfungsi untuk interaksi sosial, emosional, dan ingatan jangka panjang
3.      Otak kecil (otak reptil) berfungsi untuk bereaksi, naluriah, mengulang, mempertahankan diri, dan ritualis.
Dalam Metode Pembelajaran Super Brain disebutkan bahwa semua pengetahuan pasti ada manfaatnya, karena itu jangan pernah menyesal dengan apa yang pernah kita pelajari atau kita baca. Karena suatu saat akan bermanfaat.
Postulat lain menyebutkan bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar baru. Tetapi hanya ada kombinasi-kombinasi baru sehingga ditemukanlah ide baru. Karena itu peserta didik perlu diajari untuk tidak pernah berhenti berfikir. Karena berfikir merupakan proses menyimpan informasi. Semakin banyak otak digunakan untuk berfikir, semakin banyak informasi yang disimpan karena kapasitas otak tidak terbatas.
B.     Alasan Menggunakan Metode Pembelajaran Super Brain
Sebagai metode baru, Metode Pembelajaran Super Brain cocok untuk diterapkan oleh para pendidik dalam KBM (kegiatan belajar mengajar), diantara beberapa alasannya adalah sebagai berikut:
1.      Dapat memberikan perubahan mendasar sebagai hasil dari kegiatan pembelajaran. Pembelajaran tidak saja menjadi sangat efektif, tapi juga hampir seluruh potensi yang dimiliki peserta didik akan tergarap dan terbangkitkan secara lebih optimal.
2.      Meminimalisir adanya perkembangan emosi negatif, perlu diketahui bahwasannya kurangnya stimulasi dan eksplorasi terhadap otak anak akan menghambat perkembangannya. Hal ini dibuktikan pada hewan yang dipelihara dikebun binatang memiliki otak 20% sampai 30% lebih kecil dibandingkan dengan hewan yang dipelihara di alam liar.
3.      Menjadikan karakter anak semakin kuat. Dalam membentuk karakter anak, otak kiri dan otak kanan bekerja seimbang. Otak kanan akan menyatukan perasaan benar/salah yang merupakan domain otak kanan, dengan pengetahuan baik dan buruk yang merupakan domain otak kiri.
4.      Peserta didik mampu merekam dan menyimpan informasi dengan baik.
5.      Pendidik dapat memperbaiki dan melejitkan kualitas pendidikan.
6.      Dapat dijadikan rujukan dalam membuat kurikulum.
C.     Strategi Metode Pembelajaran Super Brain
Pembelajaran dengan berorientasi kepada upaya pemberdayaan potensi peserta didik ada tiga strategi utama yang dapat dikembangkan dalam implementasi metode super brain. Pertama, menciptakan lingkungan belajar yang menantang lingkungan berfikir peserta didik. Kedua, menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan. Dengan cara menhindari situasi pembelajaran yang membuat peserta didik merasa tidak nyaman dan tidak senang terlibat didalamnya. Ketiga, menciptakan situasi pembelajaran yang aktif dan bermakna bagi peserta didik. Peserta didik sebagai pembelajar dirangsang melalui kegiatan pembelajaran untuk dapat membangun pengetahuan mereka. Sedangkan pendidik berusaha membangun situasi pembelajaran yang memungkinkan seluruh peserta didik beraktifitas secara optimal.   
D.    Aplikasi Metode Pembelajaran Super Brain
Dalam Metode Pembelajaran Super Brain pendidik sering memberikan soal-soal materi pelajaran yang menfasilitasi kemampuan berfikir peserta didik dari mulai tahap pengetahuan (knowledge) sampai tahap evaluasi. Soal-soal pelajaran dikemas seatraktif dan semenarik mungkin misalnya melalui teka-teki, simulasi games, dan sebagainya, agar peserta didik dapat terbiasa untuk mengembangkan kemampuan berfikirnya dalam konteks pemberdayaan potensi otak siswa.
Selain itu, bisa juga dengan melakukan pembelajaran diluar kelas pada saat tertentu. Untuk pembelajaran dalam kelas diiringi dengan musik yang di desain secara cepat sesuai kebutuhan dikelas, serta melakukan kegiatan pembelajaran dengan diskusi kelompok yang diselingi dengan permainan-permainan menarik.
Disamping itu, bisa mengunakan anggota tubuh untuk merangsang kerja otak. Misalnya mata peserta didik digunakan untuk membaca dan mengamati, tangan peserta didik bergerak untuk menulis, kaki peserta didik bergerak untuk mengikuti permainan dalam pembelajaran dan mulut peserta didik aktif bertanya dan berdiskus.
Metode Pembelajaran Super Brain dapat dipraktekkan dan dikembangkan diruang kelas sekolah kita. Semua itu tergantung pada kemauan dan kemampuan pendidik dalam mereformasi pengembangan-pengembangan baru dunia pendidikan ditataran praktis.

PUSAT SUMBER BELAJAR




A.    PENGERTIAN PUSAT SUMBER BELAJAR
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu. Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat digunakan untuk membantu tiap orang untuk belajar dan manampilkan kompetensinya. Sumber belajar meliputi, pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar (AECT 1994).
Beragamnya jenis sumber belajar, menuntut adanya pengelolaan dan pengorganisasian terhadap sumber belajar tersebut. Hal ini bertujuan agar sumber belajar mudah untuk diakses dan juga dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan. Oleh karena itu dibentuklah Pusat Sumber Belajar. Timbulnya pusat sumber belajar dimungkinkan pula oleh pertumbuhan berikutnya yang berupa pengakuan akan semakin dibutuhkannya pelayanan dan kegiatan belajar non-tradisional yang membutuhkan ruangan belajar tertentu sesuai dengan kebutuhan, misalnya belajar mandiri dengan modul, simulasi dan permainan, dan sebagainya.
            Menurut Sukorini (Warsito,2008:215) Pusat sumber belajar merupakan tempat di mana berbagai jenis sumber belajar dikembangkan, dikelola dan dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan pembelajaran. Merril dan Drob berpendapat bahwa Pusat sumber belajar merupakan suatu aktivitas yang terorganisasi yang berhubungan dengan kurikulum dan pembelajaran pada suatu satuan pendidikan (Warsito, 2008:215). Dengan demikian, Pusat sumber belajar merupakan sarana untuk mengelola dan mengembangkan sumber belajar.
Pusat sumber belajar sering disebut juga sebagai media center, yang diartikan sebagai lembaga yang memberikan fasilitas pendidikan, pelatihan, dan pengenalan berbagai media pembelajaran. Pusat sumber belajar dirancang untuk memberikan kemudahan kepada peserta didik baik secara individu maupun kelompok atau guru untuk memanfaatkan sumber belajar yang tersedia. Dengan demikian, kebutuhan akan sumber belajar dalam proses pembelajaran bisa terpenuhi dengan adanya pusat sumber belajar.
Pembentukan Pusat sumber belajar juga didasari oleh pentingnya sebuah lingkungan dalam mendukung proses belajar siswa. Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu faktor pendukung siswa dalam        belajar     adalah
kondisi lingkungan yang nyaman. Dengan adanya Pusat sumber belajar, siswa bisa diorientasikan untuk melakukan proses belajar di tempat tersebut. Dengan demikian, pusat sumber belajar yang sudah disetting sedemikian rupa agar memberikan kenyamanan pada penggunanya, dapat membantu siswa dalam proses belajar. Pengembangan sistem pembelajaran menuntut peningkatan efektifitas kegiatan belajar mengajar dengan memberikan penekanan pada aktivitas siswa dimana kegiatan belajar di kelas dan pusat sumber belajar merupakan suatu rangkaian kegiatan yang terpadu.
 Ada beberapa contoh pusat sumber belajar, diantaranya yaitu perpustakaan, laboratorium, taman belajar dan yang lainnya.

B.     TUJUAN DAN FUNGSI PUSAT SUMBER BELAJAR
Pengembangan sistem pembelajaran adalah suatu proses yang sistematis dan terus menerus, yang akan membantu pengajaran dalam mengembangkan pengalaman-pengalaman belajar yang memungkinkan partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar-mengajar. Di sinilah letak hubungan yang penting antara pusat sumber belajar dengan pengembangan sistem pembejaran. Segala sumber dan bahan serta personil yang ada di dalam pusat sumber belajar dimaksudkan untuk membantu efektifitas dan efisiensi interaksi siswa dan pengajar dalam proses pembelajaran.
Secara umum, tujuan dari Pusat sumber belajar adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan proses belajar mengajar melalui pengembangan sistem pembelajaran. Hal ini dilaksanakan dengan menyediakan berbagai macam pilihan untuk menunjang kegiatan kelas tradisional dan untuk mendorong penggunaan cara-cara yang baru (non-tradisional), yang paling sesuai untuk mencapai tujuan program akademis dan kewajiban-kewajiban institusional yang direncanakan lainnya.
Selain itu, secara khusus pusat sumber belajar bertujuan untuk :
a.       Menyediakan berbagai macam pilihan komunikasi untuk menunjang kegiatan kelas tradisional.
b.      Mendorong penggunaan cara-cara belajar baru yang paling cocok untuk mencapai tujuan program akademis dan kewajiban institusional lainnya.
c.       Memberikan pelayanan dalam perencanaan, produksi, operasional, dan tindak lanjut untuk pengembangan sistem pembelajaran yang ada.
d.      Melaksanakan latihan untuk para tenaga pengajar mengenai pengembangan sistem pembelajaran dan integrasi teknologi dalam proses pembelajaran.
e.       Memajukan usaha penelitian yang perlu tentang penggunaan media pendidikan.
f.       Menyebarkan informasi yang akan membantu memajukan penggunaan berbagai macam sumber belajar dengan lebih efektif dan efesien
g.      Menyediakan pelayanan produksi bahan ajar
h.      Memberikan konsultasi untuk modifikasi dan desai fasilitas sumber belajar.
i.        Membantu mengembangkan standar penggunaan sumber-sumber belajar
j.        Menyediakan pelayanan pemeliharaan atas berbagai macam peralatan.
k.      Membantu dalam pemilihan dan pengadaan bahan-bahan media dan peralatannya.
l.        Menyediakan pelayanan evaluasi untuk membantu menentukan efektifitas berbagai cara pengajaran.
Dari uraian tujuan khusus di atas, jelaslah bahwa pusat sumber belajar mempunyai peranan yang cukup menentukan di dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran. Dengan demikian dari awal hendaklah selalu kita sadari bahwa pusat sumber belajar bukan semata-mata suatu tempat ataupun gudang penyimpanan berbagai macam peralatan dan bahan pengajaran.
Misi yang pertama dari pusat sumber belajar adalah pengembangan sistem pembelajaran terpadu yang merupakan sarana utama untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan belajar dan mengajar. Segala fungsi dan kegiatan yang dilaksanakan pusat sumber belajar, termasuk pengadaan, pelayanan perpustakaan bahan pengajaran, dimaksudkan untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan misi tersebut.
FUNGSI PSB 









Berdasarkan tujuan umum dan tujuan khusus di atas, pusat sumber belajar mempunyai fungsi dan kegiatan sebagai berikut :

a. Fungsi pengembangan sistem intruksional
Fungsi ini menolong jurusan atau departemen dan staf tenaga pengajar secara individual di dalam membuat rancangan (desain) dan pemilihan options (pilihan) untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar dan mengajar, yang meliputi :
  • Perencanaan kurikulum
  •  Identifikasi pilihan program pembelajaran
  • Seleksi peralatan dan bahan
  • Perkiraan biaya
  • Pelatihan bagi tenaga pengajar
  • Perencanaan program
  • Prosedur evaluasi
  • Revisi program

b. Fungsi Informasi
Dalam kehidupan sehari-hari orang sering memerlukan informasi, baik untuk keperluan pribadi maupun untuk keperluan usahanya. Ada beberapa macam sumber informasi, seperti pusat komputer (puskom), bahan bacaan, radio, televisi, perorangan, lembaga, dan sebagainya. Jika informasi yang diperlukan hanya sedikit dan yang memerlukannya juga sedikit, maka bahan banyak, maka perlu dibentuk perpustakaan lengkap dengan katalognya. Bahkan jika lebih banyak lagi, harus menggunakan data base computer.

c. Fungsi Pelayanan Media
Fungsi ini berhubungan dengan pembuatan rencana program media dan pelayanan pendukung yang dibutuhkan oleh staf pengajar dan pelajar, yang meliputi :
  • Sistem penggunaan media untuk kelompok besar
  • Sistem penggnaan media untuk kelompok kecil
  • Fasilitas dan program belajar sendiri (individual)
  • Pelayanan perpustakaan media/bahan pengajaran
  •  Pelayanan pemeliharaan dan peminjaman/sirkulasi
  • Pelayanan pembelian bahan-bahan dan peralatan

d. Fungsi Produksi
Fungsi ini berhubungan dengan penyediaan materi dan bahan pelajaran yang tidak dapat diperoleh melalui sumber komersial, yang meliputi :
  • Penyimpanan karya seni asli (original atwork) untuk tujuan pembelajaran
  • Produksi transparansi untuk OHP
  • Produksi fotografi (slide, filmstrip, foto, dan lain-lain) untuk presentas
  • Pelayanan reproduksi fotografi
  • Pemrograman, pengeditan, dan reproduksi rekaman
  • Pemrogaraman, pemeliharaan, dan pengembangan system radio dan televisi di kampus.
e. Fungsi Administratif
Fungsi ini berhubungan dengan cara-cara bagaimana tujuan dan prioritas program dapat tercapai. Fungsi ini berhubungan dengan semua segi program yang dilaksanakan dan akan melibatkan semua staf dan pemakai dengan cara-cara yang sesuai. Hal ini meliputi beberapa kegiatan sebagai berikut :
  • Supervisi personalia untuk media.
  • Pengembangan koleksi media untuk program pembelajaran
  • Pengembangan spesifikasi pendidikan untuk fasilitas baru
  • Pengembagan sistem peminjaman/sirkulasi
  • Pemeliharaan kelangsungan pelayanan produksi bahan pembelajaran
  • Penyediaan pelayanan untuk pemeliharaan bahan, peralatan, dan fasilitas.
Kelima fungsi pusat sumber belajar dengan kegiatan-kegiatan di atas merupakan fungsi dan kegiatan yang ideal. Seberapa jauh kegiatan yang ideal tersebut dapat dilakasanakan oleh pusat sumber belajar, akan sangat bergantung pada tujuan program pembelajaran, fasilitas, peralatan yang dimiliki, staf dan personalia yang ada dalam pusat sumber belajar yang bersangkutan.
Namun demikian dapatlah dipastikan bahwa kelima fungsi diatas akan selalu dijumpai dalam setiap pusat sumber belajar sebagai suatu lembaga yang berusaha untuk memajukan efektivitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran. Yang berbeda hanyalah kegiatan-kegiatan nyata yang berhubungan dengan keempat fungsi di atas, sesuai dengan adanya pembatasan-pembatasan yang terdapat pada masing-masing pusat sumber belajar.
C. JENIS SUMBER BELAJAR
Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:
  1. Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
  2. Sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran

Dari kedua macam sumber belajar, sumber-sumber belajar dapat berbentuk:
  1. Pesan: informasi yang akan disampaikan oleh komponen lain; dapat berbentuk ide, fakta, makna dan data.
  2. Orang: orang yang bertindak sebagai penyimpan dan menyalurkan pesan antara lain: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya.
  3. Bahan: barang-barang yang berisikan pesan untuk disampaikan dengan menggunakan peralatan; kadang-kadang bahan itu sendiri sudah merupakan bentuk penyajian contohnya: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya.
  4. Alat/ perlengkapan: barang-barang yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang terdapat pada bahan misalnya: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya.
  5. Pendekatan/ metode/ teknik: prosedur atau langkah-langkah tertentu dalam menggunakan bahan, alat, tata tempat, dan orang untuk menyampaikan pesan; misalnya: disikusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk shaw dan sejenisnya.
  6. Lingkungan/latar: lingkungan dimana pesan diterima oleh pelajar; misalnya: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko, museum, kantor dan sebagainya.
Organization Chart 








D. PENGEMBANGAN PUSAT SUMBER BELAJAR
Seiring dengan perannya yang penting dalam proses pembelajaran, maka perlu adanya upaya pengembangan pusat sumber belajar. Prinsip pengembangan pusat sumber belajar didasarkan pada tercapainya tujuan pembelajaran dan adanya kemudahan bagi peserta didik dalam proses belajar. Dalam mendesain dan mengembangkan suatu pusat sumber belajar, diperlukan suatu proses yang sistematis (teratur) dan sistemis (menyeluruh).
Strategi pengembangan pusat sumber belajar terdiri dari empat tahap, yaitu :
a. Tahap Analisis Kebutuhan
Tahap ini merupakan tahap awal dalam proses pengembangan pusat sumber belajar. Pada tahap ini, dilakukan analisis mengenai adanya perbedaan antara keadaan yang diharapkan dengan keadaan yang terjadi. Hasil dari analisis ini adalah ditemukannya masalah, yang kemudian masalah tersebut akan dicari pemecahannya. Hasil ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai pengelolaan dan pemberdayaan sumber-sumber belajar yang telah ada terhadap pencapaian tujuan dan kompetensi pembelajaran.
b. Tahap pengembangan sarana dan program
Tahap pengembangan sarana pusat sumber belajar harus berorientasi pada lima fungsi dari pusat sumber belajar, sebagaimana yang telah dijelaskan di awal. Hal ini dilakukan agar pengembangan pusat sumber belajar tidak keluar dari fungsi yang sebenarnya. Seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi, terutama perkembangan teknologi informasi, maka pengembangan pusat sumber belajar juga harus berorientasi pada pemanfaatan teknologi informasi. Pengadaan sarana-sarana yang ada harus sudah menggunakan sistem jaringan yang terintegrasi dengan sumber-sumber belajar yang dibutuhkan. Selain itu, pengadaan sarana pendukung yang ada dalam pusat sumber belajar merupakan hal yang tidak boleh dilupakan.
Selain pengembangan sarana, juga dilakukan pengembangan program pusat sumber belajar yang tentu saja berorientasi pada tujuan pusat sumber belajar. Dalam pengembangan program, dibutuhkan adanya SDM yang berkualitas dan professional. Hal ini dimaksudkan agar pengembangan program bisa memenuhi kebutuhan yang diharapkan. Sebagai contoh pengembangan program adalah penambahan sumber belajar, berupa media dan bahan ajar yang berbentuk cetak ataupun no cetak. Selain itu juga mengadakan pelatihan-pelatihan pengembangan media pembelajaran.
c. Tahap implementasi
Tahap implementasi pusat sumber belajar merupakan tahap aplikasi atau pendayagunaan pusat sumber belajar. Dalam pelaksanaannya, pusat sumber belajar yang akan digunakan hendaklah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan atau lembaga yang akan mengembangkannya. Hal ini dimaksudkan agar keberadaan pusat sumber belajar tidak menjadi permasalahan bagi lembaga yang bersangkutan. Sebagai contoh, sebuah lembaga pendidikan yang memiliki tempat terbatas, maka dapat mendirikan dan mengembangkan pusat sumber belajar secara bertahap, sesuai dengan tempat yang tersedia. Untuk kemudian, setelah kemampuan lembaga tersebut bertambah, maka pengembangan pusat sumber belajar dapat terus dilakukan.
d. Tahap pengelolaan
Pengelolaan pusat sumber belajar adalah kegiatan yang berkaitan dengan pengadaan, pengembangan/produksi, dan pemanfaatan sumber belajar serta upaya untuk terus memperbaiki dan meningkatkan sarana dan program-programnya. Hal ini tentu saja membutuhkan pengelola yang profesional dan berkualitas. Untuk memudahkan proses pengelolaan, maka perlu adanya suatu pengorganisasian tenaga kerja yang sudah memiliki sistem kerja masing-masing. Struktur organisasi pusat sumber belajar disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja yang ada.